Aku pergi bukan karena aku kalah.
Seperti petir di siang hari tanpa ada awan hitam, semuanya menjadi mencekam, detak jantungku seakan berhenti sejenak, sebuah pesanmu tersurat di layar handponeku dengan semangat ku membuka pesanmu yang berisikan “ aku nggak tahu kenapa aku menjadi kaku seperti ini, mungkin aku lama kali ya nggak latihan lagi seperti dulu ” sontak handphone ku jatuh dilantai dan muncul pertanyaan kalau kamunya sibuk kenapa mesti kamu mengiyakan ajakanku untuk bertemu denganmu, harusnya kamu tolak saja daripada kamu hanya datang dan diam mungkin aku akan memaklumi, selama sebulan ku memikirkan semua itu, memikirkan perubahan yang terjadi padamu, memikirkan kata hey yang hamper setiap malam tampil di layar handphoneku, memikirkan ketika kita bercanda bareng dan memikirkan arti persaudaraan kita. Tepat satu bulan telah berlalu, untuk mengucapkan kata satu bulan setelah kejadian itu banyak hal yang terjadi kepadaku,akunya yang biasa bersemangat sekarang aku tak berdaya, aku tak bisa ...