Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Bimbang.

Kebimbangan telah berdatangan, apa yang harus dia lakukan  Haruskah dia menyakini semua argumentnya?  Namum ketika argument itu tak lagi ada seperti kemarin,  Akankah kenyamanan itu berakhir?  Maybe yes, maybe no.  Menobatkan dirinya dan memprioritaskannya mungkin terlalu  Terburu-buru, mungkin masih butuh waktu dan pembuktian.  Bisa jadi ini terlalu dini.  Rasa takut yang terlalu dalam, ya takut ketika dia melepaskan  Seseorang dan memprioritaskan orang lain mungkin saja  Yang dia lepaskan jauh lebih baik daripada orang itu atau malah  Pilihannya sudah tepat tapi kalau sudah tepat kenapa masih  Ada keraguan dalam benaknya?  Terlalu ribet berada di masalah seperti ini,  Harusnya dari dulu dia melepaskan dua duanya  Agar hari ini tak ada lagi seperti ini.  Memiliki dua duanya itu sifat egois  Karena beda orang beda kisah dan beda kasih.  Yaa untuk saat ini dia masih bimbang dan rag...

ini yang aku tunggu

Layaknya petir di sore hari Sebuah argument telah terucap dari mulutmu Ketulusan dan kasih sayang terpancar di wajahmu Disaat sebuah pertanyaan ku berikan dan engkau menjawabnya Bahwa hanya aku yang bernilai Dan ku menanyakan sebuah alasan, dengan penuh kepercayaan engkau Mengucapkan sebuah kalimat yang tak semua orang mampu mengucapkannya sontak aliran darah ku seakan berhenti dan dadaku seakan sesak aku Cuma bisa mengatakan tak ada yang lebih berharga di bandingkan dengan sesosok ibu. Sebuah argument yang menganggu tidurku, dan sampai detik ini masih tersimpan di telingaku Apa yang harus ku perbuat? Untuk bisa membalas semua kebaikanmu dan kasih sayangmu kepadaku Yang anehnya engkau takkan ingin tahu bagaimana aku ke kamu Engkau tak peduli seberapa besar rasa sayangku kepadamu Yang menjadi tekadmu give the best dari dirimu untuk aku Tanpa memperdulikan ribuan orang diluar sana yang menyanyangiku Engkau tetap berusaha dan tetap berusaha untuk te...

Cahayaku adalah saudaraku.

Seperti menemukan cahaya, cahaya yang membuat semuanya terang.  ya cahayamu menyinariku setiap malam  cahaya yang dulunya aku tolak untuk memilikinya,  cahaya yang dulunya ku kata katai,  cahaya yang dulunya ku biarkan menangis  cahaya yang dulunya ku buat sakit hati. Setelah penyeselasan datang mengetok di relung hatiku.  seketika ku tersadar akan perbuatan yang ku lakukan dan  itu jahat.  aku berniat utk meminta maaf disaat niat itu datang  cahaya itu telah menjadi milik orang lain.  yaa aku cuma bisa tersenyum dan berkata sudah terlambat  dan begini rasanya sakit hati seperti yang dia rasakan waktu itu  sebuah pepatah mengatakan kalau rejeki tidak akan kemana.  ya alhasil sekarang cahaya itu kembali kepadaku. Kami bersama lagi  kami bercanda lagi, kami saling merasakan kesedihan satu sama lain,  kami saling melengkapi.  dan berjanji takkan ku lepaskan cahaya ini lagi. Cahaya ini yang ku ...