Aku
Waktu menunjukkan pukul 17:18 WITA, aku mendengar suara gemuruh dan ku langkahkan kakiku keluar untuk melihat apakah itu?? Perlahan ku buka pintu dentik air menyapa wajahku dan itu hujan, dia datang sore ini namun hujan kali ini tak seperti hujan kemarin karena kegundahan di hati ini yang membuatnya menjadi seperti ini, yaaa kamu dan kamu lah penyebabnya kenapa aku harus terjebak dalam masalah seperti ini, ketakutan yang berlebihan dan kekecewaan yang mendalam membuat ku seperti ini, puluhan orang yang datang namun ribuan orang pula yang pergi, lantas siapa yang akan datang lagi tuhan aku tak membutuhkan orang baru, aku inginkan mereka namun mereka telah meninggalkan bekas dihati ini, aku yang dulu bukanlah yang sekarang tak ku pungkiri pujian yang datang kepadaku saat itu namun yang ku sesali kenapa meski sifat yang seperti ini menggorogotiku, mungkin aku sudah terlalu rapuh sampai akhirnya karakter baru ini menghampiriku. Dibalik tawaku ku sembunyikan tangisku di balik candaku terselip kesendirian yang mendalam. Mengaduh kepada siapa lagi, orang yang ku anggap ada dia telah pergi, pergi tanpa pamit, berharap dia kembali? Itu sudah ku lakukan tapi itu percuma, lantas siapa??? Hidup tak berwarna setelah kepergian mereka hanya ada satu warna yang tinggal yaitu hitam, warna yang takkan aku tahu kapan dia akan pergi atau akankah ada warna lain selain warna hitam?? Berharap itu adalah jawabannya, hitam adalah temanku saat ini, hitam adalah kegelapan, hitam masih bertahan duduk disampingku menemaniku untuk menemukan warna terang. Tapi dengan lantang ku katakan inilah aku aku begini karena ada alasan kalian bertahan maka aku juga seperti itu tapi kalau kalian akan pergi silahkan tolong tutup pintunya kembali karena aku tidak akan pernah melihatmu pergi mungki kalian sudah lihat alamat rumah kalian tak perlu lagi di tuntun.
Komentar
Posting Komentar