Pelangi.



Merindukan pelangi  yang tlah lama menghilang, dimana pelagi itu? Bagaimana kabar warna-warna itu? Masihkah kamu merindukan aku yang disini haus akan warnamu,  pelangi yang dulu selalu memberikanku kebahagiaan, kesenangan, dan canda tawa sekarang menyisakan kesedihan dan kenangan, wahai pelangiku kembali lah aku merindukanmu aku tak mampu menggapai dunia tanpa dirimu aku membutuhkan kasih sayang dan semangatmu, ku mohon kembalilah. Hujan telah datang beberapa kali ini namun kamu tak kunjung menampakkan dirimu, ku bertanya kepada hujan, namun hujan pun hanya memberikanku nasehat “segala sesuatu yang pergi karena alasan pasti dia akan kembali walaupun tak seperti dulu lagi, karena perubahan itu ada kawan, jadi bersabarlah aku datang untuk menghiburmu agar kamu tak meneteskan air mata di pipi mu dan supaya tak ada orang lain yang tahu bahwa kamu rapuh karena beberapa warna sehingga menjadi sebuah pelangi, tersenyumlah kawanku  aku sahabat sejatimu akan selalu hadir di saat kamu bersedih” aku mencoba menerimanya dan kembali tersenyum, mengambil selembar tissu dan menghapus air mataku, ku rogoh kantong tasku mencari sebuah handpone dan headset  memasang headset di telinga dan ku putar lagu dari mike mohede “cintakan membawamu kembali” yaaa judul lagu yang tepat untuk dijadikan doa di kala hujan itu masih menemaniku, ku duduk di teras rumah ku pejamkan mata . sistem saraf ku memicu memoriku di otakku untuk kembali mengingat  peristiwa 6 tahun yang lalu, yaa sebut saja kita, kita terbentuk dari beberapa karakter namun satu suku, nama kita tenar di berbagai orang bisa di bilang kita di kenal semua orang yang berada di salah satu tempat yang sangat besar  tapi lucunya kita tidak banyak tahu siapa mereka dan bagaimana mereka bukan berarti kita cuek namun susah menghafal nama tapi kenal wajah iya sudah pasti. Kekompakan kita di berikan jempol banyak orang begitupun prestasi kita, bisa dikatakan kita berprestasi dari beberapa warna bisa andalkan untuk mengikuti lomba. Tak ada kata yang bisa aku ku ucapkan di kala itu selain aku menyayangimu pelangi  sampai kapan pun, namun apa daya seiring bergantinya detik menjadi menit, menit menjadi jam , jam menjadi hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan sampai akhirnya menajadi tahun semua nya berjalan di luar harapan, sebuah badai menghantam kita di butuhkan kedewasaan untuk mempertahankan perahu kita namun apa daya badai terlalu besar beberapa warna masih di selimitu keegoisan dan beberapa warna memilih untuk diam dan beberapa warna lagi yang berusaha terus menjadi nahkoda kapal itu agar tidak tenggelam di terjang badai, namun akhirnya kapal tenggelam, semua ikut tenggelam, kenangan, kebahagiaan, kebersaaman, kekompakan dan tali silahturahmi mereka semua tenggelam dan pergi untuk selamanya dan mengisahkan sebuah masa lalu yang berubah menjadi kenangan, yaa silah turahmi pun pergi meninggalkan kita. Suara gemuru datang dengan sontak aku membuka mata dan sambil berkata sebuah mimpi buruk bagi kita, sekarang tak ada kata kita melainkan kamu, dia, dan anda. Tali silahturahmi pun enggan mempertemukan kita, sikap cuek dan masa bodoh yang mengerogoti kita semua, aku akui telah ribuan cara si dia lakukan untuk menjalin kembali tali silahturahmi itu namun apa daya tali silahturahmi sudah tidak mau mendekat dengan kita. Takdir dan waktu adalah hakim kita dan aku berharap seorang hakim akan cepat mengetuk palu nya agar keputusan cepat di berikan mau di bawa kemana arah ini, akan kah berubah awalnya sempurna dan menjadi biasa saja? Ataukan awalnya sempurna, saat ini biasa saja dan nanti akan menghampiri kesempurnaan kita dulu? Pertanyaan ini selalu menghuni pikiranku namun ini bukan sebatas pertanyaan dan pernyataan sebagai sebuah harapan. Hujan tahu bagaimana aku merindukanmu pelangi, ku titip rinduku sama hujan karena aku yakin sore ini kita semua melihat dan merasakan turunnya hujan, semoga hati kita sadar bahwa kita adalah selamanya  saling memaafkan menghapus keegoisan dan kembali membujuk  tali silahturahmi itu agar datang menghampiri kita, kita buktikan sama dunia dan orang lain bahwa kita ini adalah pelangi yang akan menginspirasi ribuan orang semoga bukan sebatas harapan , aku akan tetap menunggu hasil dari harapan ini. Setelah itu hujan pun redah tak terasa hujan berlalu begitu cepat, aku beranjak dari teras rumahku karena sesosok malaikat kecil memanggilku untuk bermain dengannya “kakak Putri, kakak putri ayo kak aku sudah siap nih main aku sudah bawa mainannya kak” aku pun menjawab “iya ade manis aku akan datang”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbeda tapi sama

Angka 21

Cinta suci