Menjauh

Malam tlah tiba, ku memutuskan untuk keluar menghirup angin malam, memandangi langit yang tak berbintang tak lama kemudian detik air membasahi pipiku, yaaa hujan sebantar lagi turun tak lama suara gemuru datang dan itu hujan, ku rogoh kantung ambil mp3,headset dan ku putar lagu "seperti yang kau minta", lagu ini menemaniku dikala hujan itu, aku memutuskan untuk mengaduh ke sahabat sejatiku (hujan) aku bukan dewi, bukan malaikat, bukan manusia sempurna, aku iniu manusia biasa yang bisa marah, menangis, kecewa, membenci bahkan mengamuk, aku bisa meninggalkan orang, bisa jenuh dengan orang lain tapi mengapa mereka memujiku seperti manusia yang super baik, bukankah kita hidup mencari yang lebih baik? Iyakan? Lantas mengapa mereka berlomba? Aku sarankan untuk keluar dan tutup kembali pintu itu, ketuklah pintu yang sebelah saja itu lebih baik, bukannya aku tak mensyukuri tapi aku sudah rapuh ku mohon jangan tambah kerapuhan yang baru buat aku, Salahkah kalau aku memprioritaskan orang yang memang pantas buatku? Kalau salah jauhkan saja mereka dari aku, salahkah aku memilih mereka? Kalau tidak tapi mengapa mereka malah ingin menjauh dari aku karena menurutnya ada yang lebih baik dari mereka ini tidak adil, kalau mereka seperti itu biarlah aku hidup sendiri berteman sepi dan bersahabat dengan hujan dan malam aku tidak butuh orang yang akan menawariku duduk di kedai kopi biarlah aku sendiri karena dibalik kesendirian terselip kebahagiaan. Yaaa menjauh itu mungkin cara terbaik aku tidak ingin tertawa dengannya namun disudut sana ada yang menangis karena aku, ku lepaskan merpati itu meskipun sulit karena ku yakin di tempat lain dia akan bahagia dan itu bukan di tempatku, maaf kalau harus mengingkari janji namun itu bukan aku kalau karena aku mereka renggang, aku inui orang asing yang tiba tiba hadir diantra mereka, sudah cukup air mata yang kamu keluarkan, sudah cukup keluhan yang kamu ucapkan kepada-Nya dan sudah cukup doa yang kamu penjatkan kepada-Nya untuk aku, manusia macam apa aku kalau harus membuat sakit hati karena aku, bukannya berterima kasih malah membuatmu nangis. Yaaa kasih sayang buat mereka ada tapi keakraban merekalah yang lebih penting dari rasa sayang ku. Aku menjauh karena kalian dan maaf itu harus ku lakukan. Kring kring telponku berbunyi ku angkat telponku dan ternyata dia teman lamaku dia menawarkanku untuk berkunjung ke rumahnya di bandung tanpa mikir panjang aku iyakan dan berjanji besok aku akan kesana. Suatu pilihan yang susah namun salah satu cara untuk pergi dari mereka. Pagipun tlah datang tiket sudah adandi tangan, ku naikkan koper di taxi menuju bandara berat rasa meninggalkan kota ini tapi akan lebih berat lagi melewati semuanya jika aku harus di kota ini aku mulai berjalan menuju pesawat ku duduk di samping jendela tak lama kemudian pesawat pun siap terbang, aku tersenyum namun air mata tak terbendung "aku pergi sampai bertemu dilain waktu, semoga kalian tak mencariku dan akan selalu baik baik saja, Ku titipkan kenangan kita pada hujan, hujan akan selalu hadir ketika kalian merindukan aku", dan terima kasih karena telah hadir dihidupku dan memberikan kisah dan kasih kepadaku hanya ini yang mampu ku katakan meskipun tak secara langsung. Bye itu yang pantas untuk saat ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbeda tapi sama

Angka 21

Cinta suci