ceritaku sore ini



Selamat sore senja, masih ingat dengan aku, yaa aku yang dulu sering bersamamu disaat pukul 17:25 WIB, memandangi dirimu yang indah tanpa berkedip dan air mataku pun jatuh, sekarang aku datang lagi duduk dan memandangimu, engkau pasti tahu kenapa aku kesini, please biarkan aku menikmati dirimu sore ini, aku terlalu rapuh untuk sendiri, tetap disana sampai waktu memanggilmu untuk pulang.
Sudah lama kita tidak berbincang-bincang mengenai dia, dia dan dia. Sore ini akan ku ceritakan apa yang kualami, tapi please dengarkan aku, “aku sekarang rapu, aku sekarang sendiri mereka menjauh, mereka ada disaat mereka membutuhkan kebahagiaan, dimana letak kesalahanku, aku Cuma mereka ada, cukup itu dan berjanji tidak pergi. Tapi apa sekarang mereka berbalik arah, mungkin ada yang lebih baik dari aku, dan itu dia bukan aku lagi. Apa yang harus ku perbuat senja? Menungguna kembali dan setelah itu mereka pergi lagi? Iyaa begitu seterusnya?

Pukul 17:50 WIB senja pun meninggalkanku, aku pun tersenyum karena senja sudah ada disaat ku sendiri, dan  aku beranjak dari tempat itu karena suara adzan pun terdengar jelas air wudhu telah membasahi wajahku, ku sujudkan diriku dihadapannya dan berdoa untuk diberi kekuatan.

Pukul 20.00 WIB aku kembali ke tempat itu, udara malam itu dingin sekali aku beranikan untuk tetap duduk di tempat itu dengan memakai jaket abu-abu, ku meneguh secangkir kopi hangat dan sebatang rokok untuk menemaniku malam ini, mala mini tak begitu gelap karena bulan terang malam ini, bintang pun muncul banyak sekali menambah ketakjupanku malam ini, sendiri lagi yaa seperti itulah aku malam ini, bintang apakah senja menyampaikan kepadamu atas keadaanku saat ini? Aku tahu aku salah kali ini, aku sudah memikirkan matang-matang bukan mereka yang menjauh mungkin saat ini ada yang lebih baik dari aku, dan bukan lagi aku yang pertama, namun apakah aku memang yang pertama dimata mereka, atau itu hanya harapan kosongku selama ini? (aku pun terdiam sejenak memikirkan perkataanku yang tadi dan tanpa sengaja air mataku menetes)
Aku terdiam dan kembali mengingat semua yang terjadi, yaa betul bintang kali ini kamu benar hanya akulah yang berpikiran seperti itu, aku bukan yang pertama buat mereka aku ini hanya sebatas teman yang kapan saja d butuhkan, aku ini hanya teman yang selalu membahagiakan mereka dan hanya aku yang berjanji untuk tidak meninggalkan mereka tapi mereka tidak pernah ada harapan untuk berjanji seperti itu, minta boleh aku mencabut janjiku malam itu? Please boleh yaa, tanpa sengaja salah satu bintang itu jatuh, dan aku pun tersenyum, itu berarti bintang telah mengabulkan permintaanku dan mengucapkan permintaan yang baru kali ini aku hanya minta berikan aku kekuatan untuk menjauh dari mereka berikan aku kesibukan agar aku lupa untuk menghubunginya please bintang.

Aku yakin bintang akan mengabulkan permintaanku, dan cukup bintang aku hanya ingin sendiri sekarang tak aka nada yang namanya yang pertama, aku akan lebih focus pada diriku, membahagiakan diriku tanpa memikirkan kebahagiaan orang lain yaa aku egois tapi ini demi diriku, siapa lagi yang peduli kepadaku kalau bukan diriku aku sendiri, mereka? No itu mustahil. Bangkitlah kawan akan aku kirimkan seseorang nanti buat kamu, hanya untuk kamu tapi aku butuh kesabaranmu kali ini, biarkan kesepian menemaniku saat ini. Aku tahu kamu rapuh tapi aku tahu kamu jauh lebih kuat.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbeda tapi sama

Angka 21

Cinta suci