Di Sudut Pilihan
Orang 1(belajar dari jejak yang ditinggalkan untuk mengambil keputusan selanjutnya) Bahwa jejak itu kutinggal dan berbekas Di gelanggang pilihan Tempat pertarungan mau dan nyata Yang kucatat dan kutonton bak sebuah perhelatan Yang tak menyapa pagi Dan tak pamit pada petang Lalu pulang untuk sebuah kepastian Yang tak lagi untuk diputar untuk kepastian yang lain Jejak bisu yang bicara pada isyarat permintaan Jikalau hujan pada jelang sore Maka biar kuperiksa jejak itu esoknya Jika persis sama maka tak lantas ia terlupa Akan jadi bayangan bijak yang terus bertuah Akan kemana jejak berlanjut Atau kueratkan ikatan-ikatan sebab Yang merangkai kepastian hari ini Orang 2(seperti orang menikah, bisa jadi ia berecerai di kemudian hari jika tak tak matang keputusannya) Kalau jejak saja semua juga menyisakannya Di lorong-lorong keputusan Dan di pelaminan yang menentukan Yang telah kunikahi dengan beberapa kemungkinan Ditimbang di neraca dengan harapan sebagai pemberat...