filosofi pasir
Terdengar kembali suara dentik hujan yang turun membasahi bumi yang gersang, ya seperti gersangnya hidupku tanpa tawa dan kabarmu. Laksana padang pasir yang merindukan setitik air ya air mata. Hujan begitu berbeda kali ini, semuanya serasa biasa aku tidak mencium aroma tanah yang basah seperti waktu itu, apa yang salah dengan hujan kali ini? Apakah hujan kali ini mulai mengenal yang namanya perubahan, ya perubahan menjadi lebih baik mungkin kali ya. Aku tahu perubahan memang harus dan mutlak dilakukan, namun terkadang mereka tak mengerti akan sebuah perubahan ya ketika keegoisan di pertaruhkan rasa kangen pun bergejolak dan untuk sekedar menyapa pun itu tidak akan terjadi lagi, apa susahnya memberikan kabar dan menanyakan hal yang sama seperti mereka tanyakan? Kamu jawab susah, aku hanya bisa tersenyum dan hati kecil ini berkata aku hanya merindukan ceritamu dimalam hari dan itu sudah jauh lebih cukup dari apapun. Aku adalah lulu, lulu yang karakternya keras kepala dan egois....