Postingan

Menjauh

Malam tlah tiba, ku memutuskan untuk keluar menghirup angin malam, memandangi langit yang tak berbintang tak lama kemudian detik air membasahi pipiku, yaaa hujan sebantar lagi turun tak lama suara gemuru datang dan itu hujan, ku rogoh kantung ambil mp3,headset dan ku putar lagu "seperti yang kau minta", lagu ini menemaniku dikala hujan itu, aku memutuskan untuk mengaduh ke sahabat sejatiku (hujan) aku bukan dewi, bukan malaikat, bukan manusia sempurna, aku iniu manusia biasa yang bisa marah, menangis, kecewa, membenci bahkan mengamuk, aku bisa meninggalkan orang, bisa jenuh dengan orang lain tapi mengapa mereka memujiku seperti manusia yang super baik, bukankah kita hidup mencari yang lebih baik? Iyakan? Lantas mengapa mereka berlomba? Aku sarankan untuk keluar dan tutup kembali pintu itu, ketuklah pintu yang sebelah saja itu lebih baik, bukannya aku tak mensyukuri tapi aku sudah rapuh ku mohon jangan tambah kerapuhan yang baru buat aku, Salahkah kalau aku memprioritaskan ora...

Berbeda tapi sama

Senin 26 januari, di pagi itu hujan menyapaku, hujan begitu lebat dan aku harus ke tempat itu, yaa aku berusaha nego dengan hujan namun tidak ada respon 15 menit ku menunggu aku putuskan untuk menerobos hujan dengan memakai payung merah maron, genangan air mulai terlihat berusaha menghindarinya tapi alhasil alas kakiku basah, tiupan angin membuat goyah payungku, melewati danau hijau suatu pemandangan yang indah dentik air terlukiskan di danau hijau itu ku putuskan untuk berhenti sejenak memandangi lukisan indah itu.di tengah keasyikanku itu tiba tiba ada sesosok manusia menepok bahu ku "hay lagi ngapain?'' sontak aku kaget dan membalikkan badan melihat orang itu, setelah ku melihatnya aku pun menjawab pertanyaannya "hey juga, iya lagi menikmati indahnya hujan'' dia kembali berbicara "iyaa hujan begitu penuh misteri, apa yang kamu suka dari hujan?, dalam benakku wah kayaknya ini orang suka juga dengan hujan, "aku suka hujan karena dia tak pernah takut...

lantas siapa yang pantas?

Merindukan pantai, pasir putih dan nyayian ombak bersama gerimis, aku ingin bertemu mereka aku ingin mengadu, berteriak, marah dan menangis. Aku sudah terlalu rapuh untuk sendiri menjalani problema ini aku tahu yang terbaik akan datang namun di saat ku menemukan dan memilih kamu kenapa engkau melepaskan genggamanmu dan mengatakan “kalaupun ada yang lebih baik aku rela pergi” shiittttt yaa aku marah, kecewa dan mengamuk. Aku tak butuh orang lain aku butuh sosok kamu aku bahagia sebuah pengakuan telah terkuak, pengakuan yang sampai detik ini masih di luar nalarku. Aku ini siapa? Aku hanya sesosok manusia yang tak sempurna namun kamu berpikir bahwa kamu lah yang tidak sempurna. Dan bukan hanya kamu, dia pun mengatakan hal yand sama kepadaku yaitu ketidakpantasan. Lantas siapa yang akan pantas dengan aku, siapa? Tolong beritahu aku, aku butuh orang yang lantang mengatakan aku pantas bersama kamu Cici duduk di sebuah kedai kopi, bercerita bersama dan bercanda bersama aku butuh orang...

Pelangi.

Merindukan pelangi   yang tlah lama menghilang, dimana pelagi itu? Bagaimana kabar warna-warna itu? Masihkah kamu merindukan aku yang disini haus akan warnamu,   pelangi yang dulu selalu memberikanku kebahagiaan, kesenangan, dan canda tawa sekarang menyisakan kesedihan dan kenangan, wahai pelangiku kembali lah aku merindukanmu aku tak mampu menggapai dunia tanpa dirimu aku membutuhkan kasih sayang dan semangatmu, ku mohon kembalilah. Hujan telah datang beberapa kali ini namun kamu tak kunjung menampakkan dirimu, ku bertanya kepada hujan, namun hujan pun hanya memberikanku nasehat “segala sesuatu yang pergi karena alasan pasti dia akan kembali walaupun tak seperti dulu lagi, karena perubahan itu ada kawan, jadi bersabarlah aku datang untuk menghiburmu agar kamu tak meneteskan air mata di pipi mu dan supaya tak ada orang lain yang tahu bahwa kamu rapuh karena beberapa warna sehingga menjadi sebuah pelangi, tersenyumlah kawanku   aku sahabat sejatimu akan selalu hadir d...

malaikat kecil dan hujan

Awan hitam mulai menguasai langit sore, dentik air pun mulai berjatuhan dan membuat rangkaian pemandangan di danau hijau itu, sembari ku berjalan meninggalkan danau hijau dan ku langkahkan kakiku dengan tergesa gesah untuk sampai di tempat perteduhanku selama ini, setelah ku sampai di tempat itu aku melihat keluar ke jendela ada apa diluar ribut ribut??? aku melihat beberapa malaikat kecil bermain hujan bersama teman teman seusianya, namun   rasa puasku tak terlampiaskan maka ku bukalah jendela itu dan aku melihat ke arah mereka sungguh luar biasa keindahan sore ini, malaikat kecil itu bercengkrama dengan hujan, mereka tak takut basah, dan mereka tak takut sakit dengan polosnya mereka tertawa sepuasnya mereka, seorang malaikat kecil itu jatuh tapi dia tetap tertawa dan dengan cekatannya semua teman-temannya mengulurkan tangannya untuk membantu temannya untuk berdiri dan ketika dia sudah berdiri mereka saling berpelukan dan kembali tertawa. Aku sangat bahagia melihat mereka, dis...

tersentak

Malam telah datang, bintang mulai bermunculan untuk bercengkrama dengan bulan. Keindahan malam ini sangat memanjakan mataku, ku duduk di teras rumah memandangi malam dan bintang, berusaha menghibur diri dengan kehadirannya dimataku, disaat mereka menghiburku dengan atraksi bintang jatuh dengan speechles ku memejamkan mata dan berdoa “tuhan satukan mereka seperti sedia kala karena aku hanya seseorang yang hadir disela sela kehidupannya, aamiinn” ku membuka mata, berharap pikiran kembali normal seperti sebelumya namun kenyataannya tidak sistem sarafku menstimulus memoriku untuk mengingat kembali peristiwa semalam, aku hadir dan berdiri di tempat yang salah menyayangi dua sosok manusia secara bersamaan, salah dan kasihan itu respon orang didekatku disaat aku bercerita dengannya. Benar sekali aku salah dan apa salah aku mencari seseorang yang bisa ku utamakan??? Meskipun ku tahu disaat memutuskan itu aku harus melepaskan genggaman orang lain. Ku mencoba menarik nafas dalam, agar tidak ...

Ngasal

Sepintas kepikiran dengan satu judul lagu kuntuaji terlalu lama sendiri, spontan ketawa sendiri mendengar lagu itu. Menertawakan diri sendiri karena lagu itu persis banget dengan apa yang terjadi dengan saya. Tepatnya sih bukan memilih hanya saja saya menunggu sesosok panepgeranlah yang dewasa simple hanya butuh orang dewasa soal background tidak masalah apalagi tampan khmm mungkin bisalah nego sedikit cukup hidungnya mancung kedepanlah sedikit karena saya sudah mancung kedalam hehehe. Ini penting dalam sebuah hubungan, yaa kedewasaan cukup lah yang dulu dulunya, sangat susah mencari orang seperti itu dibutuh kesabarn dan kesabaran. Bisa dibilang saya terlalu asyik sendiri sampai saya lupa bahwa saya harus mencari orang itu namun bukan waktunya sekarang, nantilah setelah saya siap dan dia juga siap memperbaiki diri dulu sebelum ketemu dia begitupun dia. Mungkin malam ini kami sama sama minum kopi tapi dia berada disudut kota bukan disampingki bisa sajakan, berharap perlu kawan tapi yan...