Janji sepasang merpati yang tlah memudar
Hiruk piruk udara pagi ini menambah kekhusyukan rasa syukur akan hidup, embun yang semakin menari dimataku semakin menambah indahnya pagi ini. Pagi adalah awal dari segalanya, ku lihat buku catatanku dan ternyata benar hari ada jadwal untuk menemuimu disalah satu tempat yang kita sepakati. Sembari bersiap-siap aku mengecek handphoneku dan benar pesan itu dari kamu, kamu membatalkan jam yang kita sepekati sehingga mundur satu jam. Aku pun mengiyakan hal itu untungnya waktuku masih kosong. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, aku bergegas ke tempat yang kita sepakati yaitu Planet coffee salah satu café yang sering kita kunjungi. Sampai diparkiran motor mataku langsung melihat kedalam café berharap kamu sudah datang dan ternyata tidak aku lagi yang duluan datang. 15 menit kemudian kamu datang dengan pakaian rapi, dan wangi parfummu yang selalu menyapa hidungku dengan lembut. Kamu duduk dan menyapaku dengan senyummu yang indah. Aku pun membalas senyummu dan menyindirmu akan keter...