Postingan

Janji sepasang merpati yang tlah memudar

Hiruk piruk udara pagi ini menambah kekhusyukan rasa syukur akan hidup, embun yang semakin menari dimataku semakin menambah indahnya pagi ini. Pagi adalah awal dari segalanya, ku lihat buku catatanku dan ternyata benar hari ada jadwal untuk menemuimu disalah satu tempat yang kita sepakati. Sembari bersiap-siap aku mengecek handphoneku dan benar pesan itu dari kamu, kamu membatalkan jam yang kita sepekati sehingga mundur satu jam. Aku pun mengiyakan hal itu untungnya waktuku masih kosong. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, aku bergegas ke tempat yang kita sepakati yaitu Planet coffee salah satu café yang sering kita kunjungi. Sampai diparkiran motor mataku langsung melihat kedalam café berharap kamu sudah datang dan ternyata tidak aku lagi yang duluan datang. 15 menit kemudian kamu datang dengan pakaian rapi, dan wangi parfummu yang selalu menyapa hidungku dengan lembut. Kamu duduk dan menyapaku dengan senyummu yang indah. Aku pun membalas senyummu dan menyindirmu akan keter...

bungkam dibawah garis takdir

Malam begitu bersahabat dengan kegelapan, cahaya akan muncl jika sang mentari mulai memunculkan keceriaanya. Hidup juga seperti itu akan selalu ada kegelapan dan akan berakhir dengan keindahan, hanya saja dibutuhkan keyakinan dan doa. Seperti denganmu akan selalu ada masalah jika harus membahas dirimu, masalah yang selalu saja datang entah kapan akan selesai, denganmulah aku mengerti artinya kekuatan dan denganmu pulalah aku mengerti arti ketidakpantasan. Terkadang aku berpikir kamu begitu tinggi aku menjangkaumu pun dengan tangga aku tak mampu, kamu seperti merpati yang disanjung oleh banyak orang dan mereka ingin memilikimu. Aku harus apa, jikalau mereka lebih pantas bahkan lebih berkilau dari aku, hanya kebaikan yang bisa aku janjikan, bahkan mereka pun memiliki itu sama sepertiku lantas apa yang membuatmu bertahan? Baiklah aku akan berusaha menyingkirkan pemikiran bodoh ini dengan menyakini janji seekor merpati tak kan pernah diingkari dan itu janjimu, janji yang kamu rapa...

filosofi pasir

Terdengar kembali suara dentik hujan yang turun membasahi bumi yang gersang, ya seperti gersangnya hidupku tanpa tawa dan kabarmu. Laksana padang pasir yang merindukan setitik air ya air mata. Hujan begitu berbeda kali ini, semuanya serasa biasa aku tidak mencium aroma tanah yang basah seperti waktu itu, apa yang salah dengan hujan kali ini? Apakah hujan kali ini mulai mengenal yang namanya perubahan, ya perubahan menjadi lebih baik mungkin kali ya. Aku tahu perubahan memang harus dan mutlak dilakukan, namun terkadang mereka tak mengerti akan sebuah perubahan ya ketika keegoisan di pertaruhkan rasa kangen pun bergejolak dan untuk sekedar menyapa pun itu tidak akan terjadi lagi, apa susahnya memberikan kabar dan menanyakan hal yang sama seperti mereka tanyakan? Kamu jawab susah, aku hanya bisa tersenyum dan  hati kecil ini berkata aku hanya merindukan ceritamu dimalam hari dan itu sudah jauh lebih cukup dari apapun. Aku adalah lulu, lulu yang karakternya keras kepala dan egois....

takdir pun berpihak padanya

Aroma tanah yang basah terhirup kembali, dentik hujan kembali terdengar di telinga, dan suara gemuruh kembali bermain diatas sana. Cuaca berubah menjadi gelap, gelap seperti hidupku tanpa mengenal cinta, cinta yang sebelumnya adalah cinta yang hanya aku yang memiliki rasa ketulusan tanpa harus kau tahu arti cintaku ini setelah rasa cinta ini menjadi kekuatan tiba- tiba kamu pergi sebagai temanku dan memilih dia sebagai bidadarimu, seperti hujanlah aku, aku terpuruk dan kekuatanku telah hilang, kegelapan menyelimutiku, semangatku mulai luntur dan trauma itu ada, ya trauma untuk memulai dengan cinta yang baru, memiliki cinta kepada adam adalah anugerah terindahku namun memiliki cinta diam-diam adalah pilihan hidupku, cinta yang begitu tulus namun dikotori dengan sebuah kepergian dan memilih cinta yang lain yang kau katakan itu cinta tulusmu. Aku pun memutuskan menjadi sendiri yaa sendiri mengarungi hidup, sendiri membangun kembali semangat dan berusaha berdiri sendiri tanpa bayangan...

jangan nilai profesinya tapi nilailah prosesnya

Kring…kring…kring… alarm pun telah berbunyi pukul 05:00 WITA, entah kenapa pagi ini aku secepat ini bangun, aku beranjak dari tempat tidur dan bersujud kepada_Nya.   Legah setelah melakukan kewajiban sebagai hamba_Nya, ku buka pintu kamar ingin menikmati sejuknya udara pagi, keindahan mulai terlihat dimataku ternyata indah ya bangun pagi, ku duduk di teras rumah menunggu sang fajar muncul sembari menunggu sang fajar teringat dengan perkataan orang yang kemarin sore yaa seorang bapak yang mencari nafkah di jalanan, jujur aku lebih suka berbincang-bincang dengan orang seperti mereka daripada orang yang lebih tinggi dari aku, berbicang dengan bapak itu banyak hal yang aku dapat ada kutipan yang dia lontarkan kepadaku “kebahagiaan bukan dengan siapa dan dengan apa yang kita tinggali tapi kebahagiaan tercipta dari dirimu sendiri nak, kau yang menciptakan itu, karena kunci kebahagiaan adalah selalu mensyukuri yang diberikan oleh allah SWT, bahagia satu kata yang gampang disebut dan sede...