filosofi pasir
Terdengar
kembali suara dentik hujan yang turun membasahi bumi yang gersang, ya seperti
gersangnya hidupku tanpa tawa dan kabarmu. Laksana padang pasir yang merindukan
setitik air ya air mata. Hujan begitu berbeda kali ini, semuanya serasa biasa
aku tidak mencium aroma tanah yang basah seperti waktu itu, apa yang salah
dengan hujan kali ini? Apakah hujan kali ini mulai mengenal yang namanya
perubahan, ya perubahan menjadi lebih baik mungkin kali ya.
Aku
tahu perubahan memang harus dan mutlak dilakukan, namun terkadang mereka tak
mengerti akan sebuah perubahan ya ketika keegoisan di pertaruhkan rasa kangen
pun bergejolak dan untuk sekedar menyapa pun itu tidak akan terjadi lagi, apa
susahnya memberikan kabar dan menanyakan hal yang sama seperti mereka tanyakan?
Kamu jawab susah, aku hanya bisa tersenyum dan
hati kecil ini berkata aku hanya merindukan ceritamu dimalam hari dan
itu sudah jauh lebih cukup dari apapun.
Aku
adalah lulu, lulu yang karakternya keras kepala dan egois. 2 macam karakter
yang berbanding terbalik dengan namaku, namun aku akan luluh jika namamu muncul
di layar handphoneku yang bertuliskan selamat malam, ahhhh sudahlah semua hanya
fatamorgana semu yang hanya menjadi bayangan semu di malam hari.
Aku
terkadang heran, mereka dengan songongnya mengucapkan sebuah janji tanpa
memikirkan bahwa diujung sana ada takdir yang tersenyum lebar kepadanya
memberikan janji kepada dia yang dianggap kekuatannya. Setelah janji itu tlah
di utarakan dan si dia bersedia dan bahkan mempercayainya mereka pun berbahagia
tanpa menyadari bahwa yang mengatur semua ini adalah takdir, dan ketika takdir
pun mulai bermain mereka menyalahkan takdir, itu salah karena memang takdirlah
yang mengatur keadaan hidupmu.
Tidak
di pungkuri lulu juga pernah memegang janji seseorang dan dia tak menghiraukan
akan sebuah takdir, setelah takdir mendatangkan perubahan lulu mengerti bahwa takdir itu selalu benar,
lulu mulai menyadari bahwa kita hidup tidak ada yang abadi, yang kau anggap
saudara pun akan pergi jika memang sudah waktunya layaknya filosifi pasir
semakin kamu mengenggam pasir di tanganmu maka perlahan-lahan pasir itu akan
berkurang jadi menyayangilah dengan sewajarnya jangan berlebihan, karena yang
akan menyakitimu sesakit sakitnya itu
bukan orang yang kamu anggap jahat melainkan orang yang kamu puja dan kamu
sayangi.
Namun
lulu sadar bahwa waktu tidak akan tega melihat lulu sedih seperti ini karena
perubahan kamu, lulu yakin waktu akan selalu berpihak pada lulu mungkin saja
saat ini waktu menguji arti kedewasaannya lulu dengan sebuah perubahan. Waktu
pun mendatangkan kesibukan kepada lulu dan alhasil lulu pun mencoba menyibukkan
dirinya dan benar kata mereka bahwa di balik menyibukkan diri ada yang berusaha
di lupakan, ya melupakan sebuah janji yang telah kita ukir di langit malam,
bukan hal yang mudah berpura-pura melupakan semua ini namun harus berpura-pura
demi kebahagian diriku, karena yang terpenting sekarang bukan karena hadirmu
tapi kebahagiaan diriku. Lulu cakamkan sama kamu lulu akan kuat dan akan mampu
melewati lorong kerinduan ini ya kerinduan yang setiap malam mengangguku dan
keesokan harinya mataku berbeda yaa mata bengkak sebut saja itu.
Lulu
harus bisa melewati lorong kerinduan ini, dan harus. Lulu tidak membutuhkan
siapa pun untuk melewati lorong kerinduan ini karena hanya aku yang mengerti
betapa hausnya diriku ini akan hadirmu dan kamu tak mengerti hal itu, kamu
hanya tau bahwa aku baik-baik saja dan tetap berlaga di depanku. Tapi
percayalah lulu tidak akan membencimu karena kamu sudah memberikan sesuatu yang
berharga buat lulu yaitu kasih sayangmu kepada lulu, aku akan menyimpan terus
di memoriku dan akan kuceritakan kepada anakku nanti bahwa aku pernah mengenal
orang sebaik kamu.
Berbahagialah
bersama orang yang kamu harapkan, lulu sadar mungkin saat ini aku adalah
matahari dan orang yang dekat denganmu adalah nadi. Tapi setidaknya kita dulu
pernah sedekat nadi sebelum sejauh matahari sekarang, awalnya aku menyalahkan
perubahan namun lulu sadar bukan perubahan yang salah namun aku yang kurang
memahami makna arti perubahan itu sendiri. Lulu akan bahagia jika kamu akan
bahagia bersama mereka, percayalah lulu yang sekarang adalah lulu yang baru,
lulu yang lahir dari hasil kesendirian lulu yang mampu bangkit sendiri tanpa
genggaman tanganmu. Lulu setiap melihat bintang lulu selalu bilang lulu malu
sama bintang karena di malam kemarin aku memujamu di depan bintang namun malam
ini lulu harus menceritakan betapa sakitnya lulu harus melepaskan dirimu. Tapii
ahhh sudahlah lulu kuat dan bisa sendiri walau aku tak tahu apa yang harus aku jawab jika mereka
menanyakan keadaan kita berdua tapi tenang aku akan selalu menceritakan kepada
mereka bahwa kamu lah yang terbaik dan pernah menjadi pilihanku. Berbahagialah
bersamanya aku pergi bukan karena aku kalah tapi akulah yang benar-benar
menyayangimu.
Agen Judi Bola
BalasHapusAgen Judi Online
Agen Judi
Agen Bola
Agen Sbobet
Agen Bola Ibcbet
Agen Casino Online
Agen Terpercaya
Agen Judi Terpercaya
Agen Judi Terbaik