malaikat kecil dan hujan


Awan hitam mulai menguasai langit sore, dentik air pun mulai berjatuhan dan membuat rangkaian pemandangan di danau hijau itu, sembari ku berjalan meninggalkan danau hijau dan ku langkahkan kakiku dengan tergesa gesah untuk sampai di tempat perteduhanku selama ini, setelah ku sampai di tempat itu aku melihat keluar ke jendela ada apa diluar ribut ribut??? aku melihat beberapa malaikat kecil bermain hujan bersama teman teman seusianya, namun  rasa puasku tak terlampiaskan maka ku bukalah jendela itu dan aku melihat ke arah mereka sungguh luar biasa keindahan sore ini, malaikat kecil itu bercengkrama dengan hujan, mereka tak takut basah, dan mereka tak takut sakit dengan polosnya mereka tertawa sepuasnya mereka, seorang malaikat kecil itu jatuh tapi dia tetap tertawa dan dengan cekatannya semua teman-temannya mengulurkan tangannya untuk membantu temannya untuk berdiri dan ketika dia sudah berdiri mereka saling berpelukan dan kembali tertawa. Aku sangat bahagia melihat mereka, disaat ku serius memerhatikannya salah satu dari mereka meneriaki aku, “hay kakak baju biru, mari kak gabung bersama kami, ayooo seru nih kak bermain bersama hujan” aku pun langsung kaget loh kok bisa mereka mengajak aku untuk kesana aku orang baru disini dengan sontak aku menjawab ajakannya “iya adik, silahkan kakak takut sakit” dan lagi salah satu mereka meneriaki aku “jangan takut sakit kak, masa kakak kalah dengan kami” aku pun menjawab ahhh tidak usah adik aku lebih senang memperhatikan kalian daripada ikut bersama kalian, mereka melemparkanku sebuah senyuman. Di sela sela aku memperhatikan mereka hujan menyentuh tanganku, aku mencoba menghapusknya namun dentik hujan itu terus menyentuh tanganku, aku mencoba mundur dari tempat ku yang tadi, aku masuk ke tempatku, hujan pun semakin deras ku ambil gelas, ku tuangkan kopi dan gula tak lupa ku tuangkan pula air panas  dan berubah menjadi secangkir kopi hangat di sore ini, ku putar music dan ku buka laptop, inspirasi pun datang mengetuk pikiranku untuk menulis kisah ini dan akan kurangkai sebuah tulisan. Dan petirpun datang, dengan sontak ku berdiri dari tempat tidur untuk  ke luar ke teras rumah  aku takut mereka kenapa-kenapa, namun ketakutanku tak sesuai harapan, mereka masih menari nari di bawah hujan dan lagi mereka masih tertawa tak ada ketakutan yang tersirat di wajahnya hanya kegembiraan dan kesenangan yang ada, aku berpikir inikah yang dinamakan persahabatan?? Senang bersama, sedih bersama, menghadapi masalah bersama dan disaat salah satu mereka jatuh yang lainnya mencoba membangkitkannya dan memeluknya, Apakah ini tuhan??? Dan lagi hujan menyentuh tanganku, bisa saja ini jawaban dari tuhan tapi lewat hujan dia meniyakan pertanyaanku. Aku pun tersenyum sambil memandangi langit aku akan mencari dan sabar menunggu sahabat yang engkau janjikan tuhan, seperti layaknya mereka malaikat kecil itu, aku ingin memiliki sahabat seperti mereka, tak perduli dia berasal dari mana dan backgraound nya apa, yang jelas dia yang engkau kirimkan adalah yang terbaik buat aku. Sekali lagi tuhan aku menunggunya.
Setelah itu mereka memanggilku “kakak ayoo kesini, gabung nyesal kakak kalau tidak bermain sama hujan, hujan tak pernah mengkhianati penikmatnya kakak”  sontak aku kaget mereka bisa berbicara seperti itu, aku pun pergi tanpa memberikan jawabannya dan ku beranikan diri untuk berganbung dengan mereka, mereka kaget ketika aku berada di sampingnya dan mengucapkan “hay adik aku datang” mereka sangat bahagia mereka mengenggam tanganku dan mengajariku menari di bawah hujan dengan polosnya mereka menertawaiku karena tarianku kaku di mata mereka, aku pun ikut tertawa karena kenyataannya memang seperti itu, dan aku jatuh ke tanah celanaku kotor dan baju ku pun begitu mereka  berhenti menari dan mengulurkan tangannya sambil berkata “ayo kak bangkit, pasti kakak bisa soal jatuh itu hal biasa kak” walaupun mataku perih karena hujan tapi aku memberanikan diri untuk menatap matanya si malaikat kecil itu sembari dia memberikanku senyum yang tulus, akupun memberikan tanganku dan bangkit kembali, disaat ku berdiri hat kecilku berkata banyak hal dan pelajaran yang ku dapat hari ini, pertama umur tak menjamin orang menjadi bijak, ketakutan akan hilang disaat orang yang kita sayang bersama kita, jangan pernah takut jatuh karena akan selalu ada orang yang akan mengenggam tanganmu yaitu ahabatmu, tertawa, kegembiraan dan kesenangan hanya milik orang yang tak takut sakit, terus berusaha walaupun harus terjatuh dan menghasilkan sakit, dan terakhir hujan tak pernah menkhianati penikmatnya, yaa aku percaya itu karena aku penikmatnya jadi aku percaya disaat hujan akan ada sesuatu hal yang hujan akan tunjukkan kepada ku. Karena hujan adalah sahabat sejatiku yang tak lekang oleh waktu. Semoga kita besok aku bisa melihatmu hujan. Terima kasih ku ucapkan dari sahabat sejatimu.

Komentar

  1. ahehehe asyiknya yang main hujan kk...
    jadi ingat jaman2 SD dulu :D

    BalasHapus
  2. sorry baru balas ade ririn soalnya sibuk akhir-akhir ini,,
    iyaaa mengenang masa SD hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbeda tapi sama

Angka 21

Cinta suci