ini yang aku tunggu
Layaknya petir di sore hari
Sebuah argument telah terucap dari mulutmu
Ketulusan dan kasih sayang terpancar di wajahmu
Disaat sebuah pertanyaan ku berikan dan engkau menjawabnya
Bahwa hanya aku yang bernilai
Dan ku menanyakan sebuah alasan, dengan penuh kepercayaan
engkau
Mengucapkan sebuah kalimat yang tak semua orang mampu
mengucapkannya
sontak aliran darah ku seakan berhenti dan dadaku seakan
sesak
aku Cuma bisa mengatakan tak ada yang lebih berharga di bandingkan
dengan
sesosok ibu.
Sebuah argument yang menganggu tidurku, dan sampai detik ini
masih tersimpan di telingaku
Apa yang harus ku perbuat?
Untuk bisa membalas semua kebaikanmu dan kasih sayangmu
kepadaku
Yang anehnya engkau takkan ingin tahu bagaimana aku ke kamu
Engkau tak peduli seberapa besar rasa sayangku kepadamu
Yang menjadi tekadmu give the best dari dirimu untuk aku
Tanpa memperdulikan ribuan orang diluar sana yang
menyanyangiku
Engkau tetap berusaha dan tetap berusaha untuk tetap dekat
denganku dan bersamaku.
Tersenyum ketika ku mendengar kejujuranmu, apa yang harus ku
lakukan ?
Dan entah mengapa ada yang berbeda di saat aku tak mengetahui
kabarmu dalam sehari.
Aku hanya bisa menjaga kepercayaanmu dan kasih sayangmu
dan terus berdoa untuk persaudaraan kita agar kelak orang
lain mengatakan
bahwa Ada yang abadi yaitu KITA.
Danke.
Komentar
Posting Komentar