kemunafikan menari nari

 kepenakan dalam jiwaku seakan akan ingin aku ambil di genggamanku kemudian aku hempaskan di tembok kehancuran itu, biar raga ini tak lagi memanggil kemunafikanmu yang akan mencekik leherku sehingga udara tak ingin lagi aku hirup, hingga akhirnya kain puihlah yang akan menyelimuti tubuhku dan akan setia menemaniku . mungkin disaat itulah kemunafikan itu akan tertawa dan menari nari diatas kekakuanku yang tak berdosa.


???

 kesendirian dalam dunianya seakan menjadi awan hitam yang tak bermentari, kegundahan dalam benaknya mengundang semuanya jauh dan terbang meninggalkannya, ingin raga itu mengikutimu lagi seperti dulu tapi ragamulah yang menendangnya jauh dan tak terlihat, dia hanya bisa berrteriak dan mengamuk bahkan menyalahkan  keadaan yang tidak akan dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

 orang asing

ketika kegundahan datang, kau datang bersama sinar mentari di wajahmu, kau lemparkan sejuta sinar mentari ke dalam matanya, seketika dia terkejut dan memandangimu sinar mentari itu menjalar ke seluruh tubuhnya. dia memiliki nyawa untuk hidup kembali. kau orang asing tapi dengan sinar mentarimu itu bisa menyakinkan dia bahwa kau orang terdekatnya, wahai sinar mentari teruslah berikan sinar mentarimu kepadanya karena sinar mu lah yang mampu mengembalikan senyumannya yang telah lama tersembunyi


 



 









 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbeda tapi sama

Angka 21

Cinta suci